Tarik Ulur Status KLB Keracunan MBG di Agam, Warga Palupuh Desak Distribusi Dihentikan

Redaksi Sumbar Eksis
By -
0


SUMBAREKSIS.COM
|| AGAM — Dugaan keracunan massal akibat konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, memicu perbedaan pernyataan antara Pemkab Agam. Hingga Selasa 2 September 2026, korban disebut sudah menembus 300 lebih.


Berdasarkan pemberitaan di media kaba12.co.id, Pemkab Agam melalui Dinas Kesehatan menyatakan tidak memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Alasannya, kasus yang menimpa sedikitnya 334 siswa SD, SMP dan guru di wilayah Palupuh masih bisa ditangani di puskesmas dan pustu setempat.


Namun pernyataan berbeda disampaikan Bupati Agam. Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, saat ditanya soal status, Bupati menjawab: "Bener Pak statusnya sdh KLB. Petugas masih menghimpun data, dan menangani korban dan menunggu hasil Labor yg sdh diambil Balai POM utk memastikan penyebab keracunan".


Merespons bertambahnya korban, masyarakat Palupuh mendesak agar distribusi MBG di kecamatan tersebut dihentikan sementara. Mereka juga meminta dilakukan langkah suspend terhadap dapur penyedia.


Korban dugaan keracunan berasal dari MBG yang didistribusikan oleh SPPG Affa Adicitta Pasia Laweh Palupuh.


Dalam pesan yang dikirim ke Bupati, warga juga menyoroti sejumlah temuan di dapur MBG. Di antaranya: nasi badatuik, ayam badarah, adanya rambut di lauk balado goreng, ulat di sayur, ompreng kosong, hingga kendaraan operasional MBG yang disebut platnya sama, pernah menabrak mobil UIN dan merusak pipa air bersih di Koto Rantang.


"Terlalu banyak temuan di dapur MBG mohon arahan dan petunjuknya. Perlu di audit dan ditegur karena dikonsumsi oleh kalangan anak anak pak... Seharusnya SOP yg diutamakan," tulis pengirim pesan tersebut kepada Bupati.


Bupati menyebut saat ini petugas masih fokus menangani korban dan mengumpulkan data. Penyebab pasti keracunan menunggu hasil uji laboratorium dari Balai POM.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Agam terkait perbedaan status KLB tersebut.


Program MBG sendiri merupakan program pemerintah pusat untuk pemenuhan gizi anak sekolah. Kasus di Palupuh ini menjadi sorotan karena jumlah korban yang terus bertambah dan adanya dugaan pelanggaran SOP di dapur penyedia. (BY)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)