![]() |
| Sekretaris Perwati 50 Kota, Ummi Hayatinnismah, S.Ag., bersama Jamaah PERWATI Limapuluh Kota. Sumber foto: Gemini AI |
SUMBAREKSIS.COM || LIMA PULUH KOTA – Saat ratusan jamaah memadati tenda utama Tabligh Akbar PC PERTI Kabupaten Lima Puluh Kota pada Minggu (23/8/2026), ada kekuatan tak terlihat yang justru menjadi tulang punggung kelancaran acara tersebut. Mereka adalah ibu-ibu Perwati (Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah), yang membuktikan bahwa pembangunan Masjid Raya Perti di Kandua Lakuak Bukik Godang, Jorong Ketinggian, Sarilamak, bukan hanya soal semen dan baja, tetapi juga tentang ketangguhan perempuan Minangkabau dalam menjaga syiar dan tradisi.
Dalam kegiatan kali ini. Ibu-ibu Perwati di koordinir oleh sekretaris Perwati 50 Kota, Ummi Hayatinnismah, S.Ag., eksistensi organisasi wanita PERTI ini tampil menonjol bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama ekosistem dakwah di balik layar.
Salah satu pemandangan paling mengharukan dalam acara yang sekaligus menjadi ajang Reses DPRD Sumbar Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah ini adalah tradisi "bawa bekal". Ratusan ibu-ibu jamaah majelis Taklim datang membawa makanan, satu orang membawa dua bungkus Nasi. Ini bukan sekadar konsumsi, melainkan bentuk dakwah bil hal (dakwah melalui tindakan nyata).
"Kami tidak bisa menyumbang semen sebanyak bapak-bapak, tapi kami pastikan para Buya, tokoh, dan jamaah yang datang tidak lapar dan merasa dihormati. Nasi bungkus ini adalah simbol keikhlasan kami untuk rumah Allah," ungkap salah seorang anggota Majelis Taklim Batu Balang yang hadir.
Kontribusi logistik dan sterilitas area wanita yang dikelola Perwati memastikan acara berlangsung khidmat tanpa gangguan teknis, memungkinkan para Buya-buya seperti Ustazd Darno Efendi dan Buya Dr. Aldomi Putra fokus menyampaikan tausiyah dan memimpin doa dengan semangat dan khusu'.
Kehadiran Ummi Hayatinnismah dalam susunan protokoler acara—berdiri sejajar dengan Ketua PC, PD, hingga PP PERTI—mengirimkan sinyal kuat: Perwati Limapuluh Kota adalah mitra strategis dalam visi besar pembangunan komplek masjid itu.
Berdasarkan denah masterplan, dua zona krusial masa depan sangat bergantung pada peran Perwati:
- Perti Mart & Rumah singgah/Penginapan Syariah: Sebagai unit ekonomi umat, pengelolaannya kelak akan banyak melibatkan kader-kader Perwati yang terlatih dalam muamalah syariah.
- Asrama Putri Ma'had 'Ali: Jika rencana pendirian Perguruan Tinggi Perti (Ma'had 'Ali) terwujud, Perwati akan menjadi garda terdepan dalam pembinaan akhlak, manajemen asrama putri, dan kurikulum tarbiyah bagi mahasiswi.
Acara ini juga menampilkan harmoni lintas generasi. Ummi Hayatinnismah berkolaborasi erat dengan Pemuda PERTI (dipimpin Buya Angga Kurniatama) dalam kelancaran acara. Adaptabilitas ini menunjukkan bahwa Perwati Limapuluh Kota mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas.
Meskipun banyak tokoh penting tidak sempat hadir, namun legitimasi sosial proyek ini justru diperkuat oleh kehadiran massal ibu-ibu Perwati. Bagi mereka, Masjid Raya Perti adalah warisan untuk anak cucu; tempat di mana kelak mereka bisa belajar, beribadah, dan berdakwah dengan nyaman.
Ketika shalat Zuhur berjamaah usai dan makan bersama dimulai, batas antara panitia dan jamaah lebur. Di situlah letak kekuatan sesungguhnya: sebuah masjid mungkin dibangun dari semen, namun ia akan hidup dan lestari karena tangan-tangguh ibu-ibu Perwati yang merawatnya dengan cinta dan istiqomah.
Penulis: F. Malin Parmato


Posting Komentar
0Komentar