Raja Zholim!! Masyarakat Kelaparan, Diduga Beras Bantuan Bencana Dijual Untuk Keperluan Lain

Bayu Ramadhan, St Mudo.
By -
0


AGAM, sumbareksis.com — Setelah terjadinya bencana di Sumatera Barat dan Kabupaten Agam khususnya pada bulan November Desember 2025.


Ribuan bantuan datang dari berbagai penjuru, relawan dan masyarakat berkerja siang dan malam menyelamatkan korban bencana, mengumpulkan dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana dan yang terdampak bencana. 


Bantuan mengalir berupa barang, makanan dan uang dan lain sebagainya. Untuk meringankan beban dan derita para korban bencana. 


Namun berita miris, menyedihkan dan memilukan terjadi dari Nagari PSL, tidak semua bantuan bencana disalurkan dan dinikmati masyarakat tapi sebagian dijual oleh beberapa oknum.


Salah seorang warga nagari nama JI mengaku dan memberikan keterangan ke awak media melalui telepon,  WhatsApp dan juga beberapa kali bertemu dengan media. 


Suatu ketika di awal bulan Ramadhan  2026, JI menjelaskan,  dia dihubungi oleh salah seorang Perangkat Nagari bernama R, bahwa ada beras mau dijual di Kantor Wali Nagari dan uang hasil penjualan beras tersebut akan digunakan untuk keperluan lain termasuk untuk anak yatim.


Selanjutnya dijelaskan oleh JI, kemudian kira - kira sesudah waktu lohor, hari dan tanggal lupa, tapi baru beberapa hari memasuki bulan puasa 2026. 


Di Halaman kantor Wali Nagari PSL Kecamatan Palupuh, beras dinaikan oleh Wali Jorong LA dan beberapa Perangkat Nagari ke mobil Carry Pick Up sebanyak 20 karung, setiap karung seberat 50kg.


Setelah selesai dimuat, disepakati harga Rp. 9000.000 per ton, uang diserahkan ke saudara R sebanyak Rp.9.000.000, untuk penjualan 20 karung beras seberat 50kg perkarung total seberat 1.000k (1 ton). Selanjutnya beras dibawa ke Bukittinggi.


Menurut informasi warga sekitar kantor wali nagari, yang tidak mau disebutkan namanya. Di malam hari, datang lagi beberapa kali mobil L 300 Mitshunishi, dinaikan lagi beberapa barang dan dibawa entah kemana.


Dari informasi masyarakat di atas, besar kemungkinan atau diduga ada pula beras dijual kepihak lain dan tempat lainnya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)