Masyarakat Palupuh Mendesak Dapur SPPG Affa Adicitta Ditutup Permanen, Jika Hasil Lab Positif Dari Menu MBG, Yayasan Harus Ganti Rugi atau Dipidanakan

Redaksi Sumbar Eksis
By -
0


SUMBAREKSIS.COM
|| PALUPUH, AGAM — Ratusan warga Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendesak penutupan permanen dapur program Makan Bergizi Gratis yang dikelola SPPG Yayasan Affa Adicitta. Desakan muncul setelah muncul dugaan kasus keracunan MBGbyang disebut-sebut menimpa lebih dari 300 warga dalam beberapa hari terakhir.


Hingga saat ini, hasil uji laboratorium terhadap menu MBG yang didistribusikan masih ditunggu. Namun keresahan warga sudah memuncak.


Tokoh masyarakat Palupuh berinisial K menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir jika dugaan ini terbukti benar berasal dari menu MBG.


"Kami minta BGN, Pemerintah provinsi, dan Pemerintah Daerah Serta Kepala Dinas atau instansi terkait bersikap tegas. Jika hasil lab menyatakan positif dari menu MBG, maka dapur SPPG Affa Adicitta di Palupuh harus ditutup permanen. Jangan beri ruang lagi beroperasi," tegas K saat ditemui, Minggu 6/9/2026.


Menurut K, keselamatan anak-anak dan warga adalah harga mati. Program MBG boleh jalan, tapi tidak boleh mengorbankan kesehatan masyarakat.


Desakan senada datang dari jurnalis Bayu Ramadhan. Ia menyebut jika hasil laboratorium nantinya menguatkan dugaan keracunan dari menu MBG, maka ada 3 hal yang harus dilakukan negara.


"Pertama, KSPPG nya harus dicopot. Kedua, dapurnya ditutup permanen. Ketiga, kepala yayasan wajib bertanggung jawab. Ganti rugi kepada 300 lebih korban, dan jika unsur pidana terpenuhi maka harus diproses hukum," ujar Bayu.


Bayu juga menyoroti pentingnya audit menyeluruh terhadap rantai distribusi, kebersihan dapur, hingga standar kelayakan bahan baku MBG di wilayah Agam.


Gelombang Penolakan Menguat

Di tengah menunggu hasil lab, gelombang penolakan terhadap program MBG di Palupuh semakin kuat. Banyak warga yang ditemui di lapangan menyatakan setuju jika program MBG di kecamatan mereka dibubarkan dan dihentikan sementara sampai ada jaminan keamanan.


"Kami trauma. Anak-anak sudah jadi korban. Jangan sampai ada korban lagi hanya karena makanan," kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.


Warga juga menuntut transparansi data korban, biaya pengobatan, dan siapa yang bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.


Tuntutan Tegas Warga Palupuh:


1. Audit dan uji lab independen terhadap semua menu MBG dari SPPG Affa Adicitta.


2. Penutupan permanen dapur jika terbukti menjadi sumber keracunan.


3. Pencopotan pengelola KSPPG dan evaluasi total yayasan.


4. Ganti rugi penuh kepada seluruh korban.


5. Proses hukum jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan.


Sampai berita ini diturunkan, pihak BGN Sumbar dan Yayasan Affa Adicitta belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban dan hasil uji laboratorium. 


Masyarakat Palupuh berharap aparat dan pemerintah tidak lambat. "Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak," tutup K. (BY)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)