SUMBAREKSIS.COM || AGAM – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Affa Adicitta, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, diduga mengalami kelalaian. Sebanyak 3 ompreng menu sambal ayam didistribusikan dalam kondisi kosong dan tidak terisi oleh tim pemorsian MBG.
Tiga ompreng berisi menu utama sambal ayam MBG ditemukan kosong saat akan didistribusikan kepada penerima manfaat. Lauk utama tidak diisi sama sekali, sementara komponen menu lain tetap ada.
Kejadian ini terjadi di dapur SPPG Affa Adicitta dan melibatkan tim pemorsian MBG yang bertugas mengisi dan menyiapkan paket makanan. Aslap MBG disebut ikut menerima laporan dari pihak sekolah.
Peristiwa ini terjadi di SD N 19 Lurah Dalam, Kenagarian Pasia Laweh, Palupuh.
Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari aslap dan tim pemorsian atau kepala SPPG. Dugaan kuat mengarah pada kelalaian dan kurangnya pengawasan saat proses pengisian ompreng. Minimnya kontrol pengawasan kualitas di titik dapur dinilai menjadi faktor utama.
Ditambahkan, kinerja Asisten Lapangan (Aslap) dipertanyaakan, sudah sering terjadi permasalahan menu MBG tidak bagus di Kecamatan Palupuh.
Lebih jauh, Kekosongan 3 ompreng sambal ayam baru diketahui ketika paket MBG akan diserahkan. Beberapa penerima mempertanyakan isi paket karena porsi lauk utama tidak ada. Setelah itu pihak sekolah sudah menyampaikan kritikan kepada Aslap, namun distribusi tetap jalan dengan menu yang tidak lengkap.
Awak media sudah menghubungi pihak sekolah via pesan whatsaap.
"Betul ada 3 ompreng menu sambalnya tidak ada. Permasalahan menu MBG ini bukan pertama kali, tapi kalau sampai 3 ompreng kosong jelas ini kelalaian. Anak-anak nunggu makan, masa lauknya tidak ada," ujar pihak sekolah, Kamis 23/7/26.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPPG Affa Adicitta belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi dan evaluasi terhadap Aslap dan tim pemorsian.
Di sisi lain, awak media sudah mengadukan beberapa point dugaan pelanggaran yang terjadi di SPPG Affa Adicitta kepada pihak yang punya wewenang.
"Baik, akan saya sampaikan kepada pimpinan," ujarnya kepada awak media, Rabu 22/7.
Program MBG ditargetkan menjangkau gizi anak sekolah dan masyarakat rentan. Kejadian kosongnya menu utama ini memunculkan sorotan terhadap standar operasional dan akuntabilitas dapur MBG di wilayah Palupuh.
Badan Gizi Nasional (BGN) Satuan Tugas (Satgas) MBG, Inspetorat, Kepolisian dan pihak-pihak yang punya wewenang lainnya diharapkan segera turun ke lapangan dan melakukan audit agar kejadian serupa tidak terulang.
Kalau memang terbukti ada temuan pelanggaran segera ambil langkah Suspend, jika ada temuan yang melanggar UU segera ambil langkah hukum, karena permasalahan yang terjadi di SPPG Affa Adicitta bukan kali ini saja.
Pewarta: Bayu Ramadhan


Posting Komentar
0Komentar