Bapacu Race To Win Guncang Payakumbuh: Ajang Balap atau Ujian Nyata Pembinaan Generasi Muda?

Bayu Ramadhan, St Mudo.
By -
0


‎PAYAKUMBUH, sumbareksis.com —Payakumbuh kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar riuh mesin dan adu kecepatan, tetapi sebuah momentum yang menguji keseriusan daerah dalam membina generasi muda. Event Bapacu Race To Win yang digelar hari ini oleh 7 Berlian Racing Manajemen hadir dengan gaung besar: mendorong semangat anak nagari, sekaligus mengangkat marwah dunia otomotif Sumatera Barat, Minggu 29/03.

‎Di tengah maraknya balap liar yang kerap meresahkan, kehadiran ajang resmi seperti ini bukan hanya penting—tetapi mendesak. Bapacu Race To Win menjadi jawaban atas kebutuhan ruang bagi para pemuda yang selama ini mencari pengakuan di jalanan tanpa arah. Kini, mereka diberi panggung. Pertanyaannya: apakah ini akan menjadi solusi berkelanjutan, atau sekadar euforia sesaat?


‎Penanggung jawab kegiatan, Yanuar—putra asli Payakumbuh—tidak menutup ambisinya. Ia ingin membuktikan bahwa daerah ini tidak kekurangan talenta.


‎“Ini bukan hanya soal balapan. Ini tentang membuka jalan bagi anak-anak muda agar tidak salah arah. Payakumbuh punya potensi besar, dan kita harus berani menampilkannya,” tegas Yanuar, yang menjadi motor utama di balik gelaran ini.


‎Senada dengan itu, Ridhola AM menegaskan bahwa event ini lebih dari sekadar hiburan.


‎“Kita ingin membangun ekosistem otomotif yang sehat dan solid. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi? Ini momentum untuk membentuk karakter, bukan hanya mencari juara,” ujarnya dengan nada optimistis.


‎Namun di balik semangat tersebut, publik tentu menaruh harapan lebih. Event seperti ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan tanpa arah pembinaan yang jelas. Harus ada kesinambungan—mulai dari pelatihan, regulasi yang tegas, hingga dukungan infrastruktur yang memadai.


‎Kehadiran pembalap dari berbagai daerah diprediksi akan memadati arena, menjadikan Payakumbuh sebagai magnet otomotif regional. Dampaknya bukan hanya pada geliat komunitas, tetapi juga pada ekonomi lokal—dari pelaku UMKM hingga sektor jasa.


‎Yanuar juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat.


‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Payakumbuh, Bapak Zulmaeta, beserta jajaran, Ketua IMI Korwil Kota Payakumbuh, dan seluruh pengurus IMI Sumatera Barat. Dukungan ini menjadi bukti bahwa kita bisa bergerak bersama,” ungkapnya.


‎Kini, semua mata tertuju pada Bapacu Race To Win. Apakah ini akan menjadi titik balik lahirnya pembalap-pembalap hebat dari ranah Minang? Atau hanya sekadar dentuman mesin yang hilang bersama waktu?


‎Payakumbuh sedang diuji—bukan oleh kecepatan, tetapi oleh komitmen.

‎Wartawan : Yori Despianto

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)